Dari Formulir 1771 ke Coretax: Adaptasi Wajib Pajak Badan di Era Sistem Baru

Konsultasi Pajak – Laporan Pajak Penghasilan Badan Tahunan telah diajukan menggunakan Coretax sejak tahun pajak 2025. Perpindahan dari DJP Online ke Coretax telah mengakibatkan perubahan pada alur kerja pelaporan, pendekatan penginputan data, dan interaksi data antara wajib pajak dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Bagi sebagian besar wajib pajak perusahaan yang tahun fiskalnya berjalan dari Januari hingga Desember, tahun ini akan menjadi kali pertama mereka mengajukan laporan pajak tahunan melalui Coretax. Jika Anda mengalami kesulitan dalam memperhitungkan hingga melaporkan pajak, maka Anda bisa meminta bantuan pada Konsultan Pajak Jakarta.

Apakah Laporan Pajak 1771 melalui DJP Online berbeda secara fundamental dengan Laporan Pajak Penghasilan Korporasi Tahunan di Coretax?  Wajib pajak perlu mengetahui setidaknya beberapa perubahan dasar.

Perubahan Pendekatan: Dari Berbasis Formulir ke Berbasis Data

Sebelum Coretax diadopsi, pelaporan Laporan Pajak Penghasilan Korporasi Tahunan menggunakan pendekatan berbasis formulir. Formulir 1771 diisi secara manual oleh wajib pajak menggunakan e-Form PDF. Validasi DJP Online pada sistem sebelumnya relatif terbatas dan hanya dilakukan selama proses pengajuan laporan pajak. Strategi ini telah berubah menjadi pendekatan yang diisi otomatis dan berbasis data berkat Coretax.

Hal ini berarti sistem DGT kini mengintegrasikan dan menghubungkan data pajak wajib pajak. Selama proses pengisian, validasi dilakukan secara real-time dan berlapis; tidak lagi bersifat final. Interkonektivitas yang lebih kuat dan data yang lebih rinci akan memudahkan sistem untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian semacam itu.

Perbedaan dalam Bentuk dan Struktur Lampiran SPT

Perbedaan berikutnya terdapat pada lampiran SPT tahunan. Beberapa lampiran SPT sering dihasilkan secara terpisah dan diunggah sebagai bagian dari e-Form pada Formulir 1771. Mungkin sebagai wajib pajak Anda kebingungan untuk membedakan atau bahkan melaporkan pajak Anda sendiri, maka Konsultan Pajak Jakarta dapat membantu Anda untuk menyelesaikan urusan perpajakan Anda.

Baca Juga: SP2DK Bukan Pemeriksaan Pajak: Kesalahan Umum yang Sering Bikin Wajib Pajak Panik

Coretax, di sisi lain, menggunakan format yang lebih komprehensif dan memasukkan semua lampiran langsung ke dalam sistem. Lampiran 11A, misalnya, mencakup:

  • daftar piutang yang jelas tidak dapat ditagih
  • informasi bagi wajib pajak yang memberikan manfaat dalam bentuk barang dan/atau hiburan
  • daftar debitur pinjaman yang tidak produktif; daftar promosi dan penjualan serta pemberian manfaat dalam bentuk barang dan/atau hiburan
  • daftar biaya promosi. Lampiran-lampiran ini tidak hanya terintegrasi ke dalam satu sistem di Coretax, tetapi juga memerlukan pengisian data identitas yang lebih lengkap, seperti NPWP atau NIK. Pada tahap audit, data yang tidak lengkap dapat mengakibatkan revisi.

Penyesuaian pada COA dan Tampilan Laporan Keuangan Baru

Coretax menggunakan Chart of Accounts (COA) sendiri untuk Laporan Pajak Penghasilan Korporasi Tahunan. Oleh karena itu, wajib pajak harus memetakan COA Coretax ke COA akuntansi internal mereka. Laporan keuangan setiap akun dimasukkan secara manual, bersama dengan modifikasi fiskal pada setiap COA yang relevan. Kerangka kerja COA yang lebih komprehensif ini memungkinkan DGT untuk mengidentifikasi objek pajak yang mungkin terkait dengan pajak penghasilan dan PPN secara lebih sistematis.

Proses Pengisian Laporan Pajak Tahunan Coretax

Laporan Pajak Penghasilan Korporasi tetap menjadi formulir utama untuk Laporan Pajak Penghasilan Korporasi Tahunan. Namun, lampiran yang perlu diisi dapat bervariasi tergantung pada karakteristik dan industri wajib pajak. Langkah pertama dalam pengisian laporan pajak adalah mengisi kuesioner di bagian utama Laporan Pajak Penghasilan Korporasi. Wajib pajak memilih kategori industri yang relevan di bagian sektor bisnis. Sistem Coretax akan membuka lampiran laporan pajak yang relevan untuk diisi berdasarkan pilihan tersebut. Karena memilih sektor bisnis yang salah dapat menyebabkan pelaporan lampiran yang salah, metode ini memerlukan keakuratan sejak awal.

Apabila Anda yang berada di Jakarta memiliki permasalahan pajak, dan membutuhkan bantuan dari konsultan pajak Jakarta profesional terpercaya, Anda dapat menghubungi kami di halaman ini untuk melakukan konsultasi pajak secara online. Agar pembayaran pajak bisnis Anda optimal dan tidak mahal.

Comments are disabled.